JAKARTA - Tiga Alasan terbesar penyebab Elon Musk batal beli Twitter.
Elon Musk beberapa waktu lalu telah menyepakati membeli 100% saham sejumlah USD44 miliar atau sekitar Rp660 triliun.
Akan tetapi baru-baru ini terdengar desas desus orang terkaya di dunia versi forbes ini membatalkan kesepakatan dengan perusahaan media sosial yang berbasis di San Fransisco ini.
BACA JUGA:Twitter Serang Elon Musk Usai Batal Beli Platform Sebesar Rp659,2 Triliun
Banyak yang bertanya-tanya alasan CEO Tesla ini membatalkan membeli Twitter.
Pembatalan ini disampaikan melalui kuasa hukumnya dalam sebuah dokumen yang dikirimkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) alias Securities and Exchange Commission (SEC) belum lama ini.
Lantas, apa alasan terbesar penyebab Elon Musk batal beli Twitter? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman Okezone berikut ini:
1. Banyaknya Akun Bot dan Palsu
Sejak mengumumkan niatnya membeli Twitter pada April, Elon Musk berulang kali mencuit tentang akun bot dan spam di Twitter.
Lalu, CEO Twitter Parag Agrawal membalas cuitan itu dengan membuat “thread” tentang cara perusahaan mendeteksi dan memerangi akun bot atau spam.
Dalam surat pembatalan pembelian Twitter pada 6 Juni, pengacara Elon Musk, Mike Ringler meminta lebih banyak informasi mengenai akun bot dan spam.
Menurutnya, penolakan itu sama dengan pelanggaran materi. Hal ini memberikan Elon Musk hak untuk memutuskan perjanjian.
Keesokan harinya, Twitter setuju untuk mengizinkan Elon Musk akses langsung data traffic di platform ini.
Sejak mencatatkan saham perdana pada 2013, Twitter memperkirakan sekitar 5% akun adalah bot atau spam. Perusahaan ini pekan lalu mengatakan kepada wartawan bahwa telah menghapus sekitar satu juta akun bot dan spam setiap hari.
Akan tetapi, pengecualian untuk akun bot atau spam yang bersifat layanan. Sebab, bermanfaat bagi pengguna segmen korporasi dan umum.
2. Ingin Membeli dengan Harga Lebih Murah
Elon Musk, sebelumnya, telah menandatangani kesepakatan untuk membeli Twitter USD44 miliar. Hanya saja, harga saham perusahaan ini sekitar USD37 pada Jumat (8/7/2022) atau turun hampir 30%.
Pada Mei, dia mengatakan berusaha untuk menegosiasikan harga yang lebih rendah.
Sebulan kemudian, Twitter mengatakan bahwa perusahaannya telah dan akan terus berbagi informasi secara kooperatif dengan Elon Musk terkait kesepakatan.
Twitter pun berencana mengadakan pemungutan suara terkait pemegang saham pada pertengahan Agustus.
Namun, sebelum itu dilakukan, Elon Musk justru membatalkan perjanjian.
3. Khawatir Anggaran Twitter
CEO Tesla dan SpaceX ini khawatir dengan pengeluaran Twitter.
Akan tetapi, dia tidak berkomentar mengenai langkah efisiensi yang dilakukan oleh Twitter, termasuk kabar pemutusan hubungan kerja alias PHK. Twitter memang dikabarkan melakukan PHK terhadap 30 persen pegawai di tim akuisisi bakat.
(Zuhirna Wulan Dilla)