7 Fakta Renovasi Taman Mini Indonesia Indah hingga Impian Bu Tien dan Pak Soeharto 47 Tahun Lalu

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Minggu 17 Juli 2022 05:48 WIB
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (Foto: Okezone)
Share :

3. Kawasan yang Direnovasi

Adapun pekerjaan renovasi yang dilakukan terhadap kawasan TMII seperti penataan area gerbang utama, dan renovasi joglo Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo, dan Sasono Adiguno yang saat ini progress-nya mencapai 19,69%.

Kemudian, renovasi area museum yang meliputi Museum Theater Garuda, Museum Telkom, dan Museum Keong Mas yang saat ini progress-nya mencapai 40,27%.

4. Pedestrian Anjungan

Dilakukan juga penataan lanskap pedestrian anjungan, viewing tower, Kaca Benggala, dan pembangunan community center yang fisiknya telah mencapai 39,60%.

Lalu penataan lanskap pulau-pulau di Danau Archipelago yang fisiknya telah mencapai 49,42%.

5. Impian Bu Tien dan Pak Soeharto 47 Tahun Lalu

Taman Mini sangat melekat nama Presiden RI Soeharto. Pasalnya, Soeharto dan istrinya ingi memiliki pusat kebudayaan peninggalan nenek moyang yang akhirnya nanti bisa berfungsi sebagai tempat rekreasi, tempat pendidikan, dan juga tempat untuk mengembangkan kebudayaan.

Mengutip dari buku “Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya” yang ditulis G Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta, 1982. Proyek yang dicita-citakan Presiden Soeharto bersama istri ketika itu pun terlaksana, dibangun mulai 1975 atau tepatnya 47 tahun yang lalu.

6. Banyak Kritikan

Proyek Taman Mini pun mendapat banyak kritikan. Namun, sebenarnya pihak yang mengkritik itu belum tahu tujuan Soeharto.

Mereka khawatir bahwa pembangunan itu akan membuat pemborosan saja dan tidak ada artinya. Padahal tujuan kami bukan seperti yang dikhawatirkannya itu.

7. Akui Manfaatnya

Sekian tahun kemudian, proyek tersebut menunjukkan bahwa setelah Taman Mini Indonesia Indah itu (TMII) jadi, pengkritik-pengkritik itu akhirnya mengakui manfaatnya.

Tidak bisa tidak! Rekreasi makin hari makin terasa sebagai kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Daya tahan tubuh, mental dan pikiran ada batasnya. Karena itu, diperlukan pemulihan kekuatan dan kesegaran baru, hingga timbul kekuatan baru untuk bekerja keras pada waktu selanjutnya.

Jika anggota masyarakat memiliki kekuatan baru, maka sebagai bangsa, kita pun mampu melaksanakan tugas yang lebih besar dan berat. Karena itu, rekreasi besar manfaat dan artinya bagi bangsa yang sedang membangun.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya