3 Nilai Positif IMF untuk Indonesia

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Senin 18 Juli 2022 19:00 WIB
IMF (Foto: Okezone)
Share :

IMF memperhatikan kebijakan yang dikeluarkan oleh negara-negara. Banyak negara yang berpendapat bahwa pajak terhadap bahan bakar fosil harusnya ditingkatkan. IMF juga mendukung penggunaan energy alternatif yang ramah lingkungan seperti energi panas bumi, angin, air, dan tidak fokus pada batubara, karena dampaknya luar biasa merugikan lingkungan.

Walsh juga mengatakan, di beberapa negara telah menetapkan pajak untuk bahan bakar fosil, karena batubara merupakan bahan bakar fosil yang paling kotor dan paling memiliki dampak merugikan terhadap lingkungan.

Oleh sebab itu, IMF mendorong negara-negara untuk berinvestasi pada energi alternatif dan hal ini tidak hanya dihadapi oleh sebagian negara, tetapi dihadapi oleh seluruh negara di dunia. “Disini kita ingin mendorong investasi di energi alternatif. Di Rusia dan China juga terjadi peningkatan dalam sector energi alternatif. Masalah ini tidak hanya dihadapi oleh negara-negara tertentu tapi oleh semua negara,” kata Walsh.

Investasi dana untuk energi alternatif perlu banyak dilakukan dan hal ini sudah dicanangkan oleh pemerintah, namun, Walsh sadar bahwa ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Meski demikian, Indonesia memiliki keuntungan dalam energi alternatif yaitu geothermal atau panas bumi yang luar biasa dan tidak semua negara memiliki energi ini.

“Begitu Anda mempunyai fasilitas-fasilitas yang bisa memaksimalkan penggunaan geothermal, maka ini akan luar biasa, dan memberikan manfat yang besar sekali. Oleh karena itu, setelah fasilitasnya ada, saya yakin Indonesia bisa menjadi negara terdepan menggunakan geothermal,” ujar Walsh.

Menurut Walsh, geothermal merupakan energi alternatif yang sangat menjanjikan, maka diharapkan investasi untuk energi alternatif juga meningkat. Namun, Investasi energi alternatif membutuhkan investasi yang tidak sedikit, mulai dari biaya kontruksi, fasilitas lain yang lebih hijau, waktu, dan Labour Intensive. Meski demikian, diharapkan hal tersebut dapat mendorong peningkatan lapangan kerja dan membantu rumah tangga dengan ekonomi lemah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, Senior Deputi Bank Indonesia tahun 2004-2008 Prof. Miranda Swaray Goeltom, Ph.D., Sekretaris Utama Lemhannas RI Purwadi Arianto, Deputi Pendidikan Lemhannas RI Mayjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P., Deputi Pengkajian Lemhannas RI Prof. Ir. Reni Mayerni, M.P., Deputi Kebangsaan Lemhannas RI Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M., M.Tr. Opsla., Tenaga Profesional Ending Fadjar, S.E., M.A., dan para pejabat struktural Lemhannas RI.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya