Bahkan surplus neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2022 mencapai USD29,2 miliar, hampir double digit dibanding periode sama tahun lalu sebesar USD15,9 miliar.
Rasio ULN terhadap PDB dan cadangan devisa juga masih dalam level aman.
Namun kenaikan inflasi global yang meningkat dan bertransmisi ke ekonomi domestik perlu terus kita waspadai.
"Hingga awal paruh kedua tahun ini, realisasi inflasi pada Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% (YoY), sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden, angka ini jauh dibawah rata rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7% dan jauh dibawah inflasi negara negara maju yg berada di sekitar 9%. Implementasi berbagai program pengendalian inflasi berperan penting dalam menjaga daya beli dan stabilisasi harga dalam negeri," jelasnya.
Kualitas pertumbuhan ekonomi juga diiringi tingkat kesejahteraan yang membaik.
Tingkat kemiskinan terus menurun sejak September 2020 dari 10,19% menjadi 9,54% pada Maret 2022.
Demikian pula tingkat pengangguran menurun dari 7,1% menjadi 5,8% .
Dia juga mengatakan bahwa nNeraca beras Indonesia masih mencatatkan surplus.
Pada periode Januari-September 2022, produksi beras diperkirakan mencapai 26,45 juta ton dan konsumsi beras mencapai 22,72 juta ton, sehingga terdapat surpus sebesar 3,73 ton.
Kemudian, strategi dan kebijakan utama untuk mencapai target tersebut antara lain:
a. Pelonggaran Mobilitas Masyarakat Sejalan dengan Situasi
Covid-19
b. Kebijakan Fiskal sebagai Shock Absorber
c. Stabilisasi Harga
d. Peningkatan Kualitas SDM melalui Program Kartu Pra Kerja
e. Mendorong Pengembangan UMKM (UMKM Naik Kelas)
f. Melanjutkan Reformasi Struktural
(Zuhirna Wulan Dilla)