Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% tapi Kondisi Riil Dipertanyakan

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |10:03 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,61% tapi Kondisi Riil Dipertanyakan
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencatatkan angka yang terlihat impresif sebesar 5,61%. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencatatkan angka yang terlihat impresif sebesar 5,61%. Namun, di balik besaran angka tersebut, terdapat kerentanan fundamental ekonomi makro yang sewaktu-waktu dapat memukul balik stabilitas perekonomian nasional.

Kondisi ekonomi domestik secara sekilas memang tampak tangguh jika merujuk pada tren peningkatan secara tahunan (year on year). Meski begitu, tingginya angka tersebut belum sejalan dengan kondisi riil di lapangan, terutama jika membedah lebih dalam indikator mikroekonomi dan sektor riil seperti industri pengolahan.

Kepala Center of Macroeconomics dan Finance INDEF, M Rizal Taufikurahman, menilai capaian Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif belum mencerminkan fundamental ekonomi secara keseluruhan. Hal ini memicu ketimpangan antara data di atas kertas dengan realitas yang dihadapi pelaku industri maupun masyarakat di lapisan bawah.

"Masih terjadi paradoks antara indikator makro dengan berbagai indikator atau realitas, khususnya di manufaktur. Sektor-sektor tersebut masih belum bisa dirasakan. Apalagi di masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah," ujar Rizal dalam diskusi yang diselenggarakan INDEF secara daring, dikutip Selasa (12/5/2026).

Tekanan fundamental ini salah satunya bersumber dari kondisi fiskal negara yang dipaksa bekerja ekstra keras sejak awal tahun. Belanja pemerintah tercatat melonjak tajam hingga 21,81%, yang berimbas langsung pada melebarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tercatat, defisit anggaran pada kuartal I-2026 nyaris menyentuh level 1% dari PDB, atau menembus angka Rp240 triliun. Padahal, pemerintah memiliki batasan ruang gerak defisit maksimal sebesar 3% untuk keseluruhan tahun berjalan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement