"Laju konsumsi ini terus cenderung di bawah PDB dan itu menunjukkan apa? Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih secara kuat, terutama di kelompok kelas menengah," papar Rizal.
Pemerintah diingatkan bahwa ekspansi fiskal memang ampuh menggenjot angka nasional dalam jangka pendek. Akan tetapi, kebijakan ke depan harus diarahkan pada keseimbangan, yakni pertumbuhan berkualitas yang benar-benar memulihkan daya beli masyarakat dan menggerakkan pelaku usaha secara optimal.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan performa ekonomi saat ini merupakan kelanjutan dari momentum positif akhir tahun lalu, bukan sekadar anomali statistik. Ia mengaku heran terhadap skeptisisme para ekonom, padahal dunia internasional memberikan apresiasi positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Ia merujuk pada tren penguatan yang sudah terlihat sejak kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,39%.
"Jadi kalau angka jelek ribut, angka tinggi ribut. Jadi teman-teman ekonom itu maunya apa?" kata Purbaya di kantornya, Jakarta.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.