"Untuk itu, G20 dan B20 bisa dijadikan momentum untuk kita mendorong Indonesia bisa mempersiapkan proyek-proyek untuk menarik investasi. Dengan investasi, Indonesia bisa mengembangkan kembali ekonominya," ujarnya.
Kemudian, dari sisi ekspor, yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi krisis global adalah melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor, sehingga tidak hanya fokus pada negara-negara tradisional.
"Kita tidak bisa tergantung pada negara-negara non-tradisional saja. Kita harus diversifikasi," ujar Shinta.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hilirisasi, sebagaimana dikatakan Presiden Joko Widodo sebagai kunci ketahanan ekonomi.
Menurut Shinta, komoditas ekspor Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada komoditas tanpa nilai tambah, sehingga hilirisasi dapat digenjot.
Ia menambahkan hal yang tidak kalah penting adalah pembangunan keahlian sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pemulihan dan menciptakan ketahanan ekonomi nasional.
(Taufik Fajar)