JAKARTA - PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) berencana mengakuisisi perusahaan tambang lithium luar negeri.
Pengambilalihan saham tersebut untuk memenuhi 20% bahan baku produksi baterai untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) di Indonesia.
Kabar ini disampaikan Direktur Hubungan Kelembagaan Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, Dany Amrul Ichdan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI.
Dany mencatat 20% bahan baku untuk pembuatan baterai masih diimpor dari sejumlah negara.
BACA JUGA:Teken Perpres Kendaraan Listrik, Jokowi Beri Tugas Baru ke Luhut hingga Sri Mulyani
Karena itu diperlukan peta jalan atau roadmap untuk menekan keterangan bahan baku impor.
Salah satu skema yang masuk opsi adalah dengan mengambil alih saham perusahaan tambang lithium di luar negeri.
"Apakah kita akan melakukan aksi korporasi untuk mengambil tambang lithium di luar negeri? Ataukah seperti apa ini, IBC sedang menyusun roadmap, paling tidak ketergantungan impor bisa kita kurangi," ujar Dany Senin (19/9/2022).