Untuk Sugar Co, entitas yang mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula (PG) melalui kemitraan strategis. Entitas ini ditargetkan berkontribusi pada pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula pada 2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.
"Kita harap untuk SugarCo bisa dilakukan minggu-minggu ini, menunggu penyelesaian diskusi dengan para kreditur yang kita harap selesai minggu ini. Minggu depan kita harapkan bisa menurunkan aset dan selesaikan proses spin off. Kita berharap sebelum akhir bukan sudah bisa terbentuk," ucap Pahala.
Sedangkan Supporting Co difokuskan untuk mengelola bisnis Group PTPN, selain komoditi gula dan kelapa sawit, sub holding ini fokus pada penguatan komoditas teh dan kopi, hingga pengembangan model bisnis baru berbasis optimalisasi aset.
Pahala menyampaikan Kementerian BUMN juga merampungkan konsolidasi terkait aset pada PalmCo. Pahala menilai finalisasi ini akan menentukan proses pembentukan SugarCo dan juga Supporting Co. Dia menyebut proses IPO PalmCo juga akan dilakukan setelah subholding ini telah resmi terbentuk pada tahun ini.
"(IPO PalmCo) kita berharap kalau waktunya tepat, di 2023 nanti. Tahun ini fokus pada regulasi dan pembentukan PalmCo dulu," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)