Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengaku optimis terhadap kinerja neraca perdagangan saat ini. Menurutnya, penurunan nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh besar terhadap kinerja tersebut.
"Pertama kita tahu bahwa memang kinerja perdagangan, kita fokus ke kinerja perdagangan ya, itu kan surplus, surplus kita ini dalam kondisi yang angkanya cukup signifikan, di angka USD34,89 miliar, itu luar biasa, itu salah satu yang tertinggi dan saya yakin ini akan melewati rekor yang tahun lalu," paparnya.
Dia menerangkan, neraca perdagangan tahun lalu pada bulan Desember 2021 mencapai USD35,34 miliar. Dengan asumsi neraca perdagangan surplus sebesar USD2-3 Miliar per bulan, maka target rekor itu bisa dicapai di penghujung tahun ini.
"Nah saya tahu bahwa kondisi global mulai dari pasokan pangan, energi, konflik Ukraina dengan Rusia, dan lain-lain itu mungkin akan ada banyak dinamika dan impact. Tetapi kami optimis sekali lagi kinerja perdagangan itu akan terus naik," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)