Dalam hal ini, dia sangat mengapresiasi pemerintah desa Sumberharjo yang berhasil mengelola sumber mata air, merawat dan menambah pohon-pohon.
Sehingga hal ini membuat air semakin jernih, kemudian aliran yang ditampung dibuat kolam renang sebelum dialirkan ke sungai sebagaimana mestinya.
“Artinya, ini memanfaatkan alam. Nah kemudian tempatnya menjadi indah, terus dibuka lapak dan seterusnya. Warga masyarakat datang ke sini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Watulakar adalah desa wisata yang dikembangkan oleh Desa Sumberharjo sebagai situs bersejarah dan wisata religi.
(Zuhirna Wulan Dilla)