JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik lima obat sirup dari peredaran. Larangan penjualan obat sirup masyarakat yang dikeluarkan oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu cukup berpengaruh terhadap pergerakan saham farmasi.
Hingga penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten farmasi ditutup beragam. Bahkan ada yang menguat hingga menurun cukup drastis.
Penguatan paling besar ada pada saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang tercatat naik 20 poin atau 3,05% ke level Rp675 per saham. Volume transaksi saham SIDO mencapai 26,11 juta dengan nilai transaksi senilai Rp17,77 miliar.
Posisi selanjutnya diisi saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang naik 75 poin atau 1,26% ke posisi Rp5.925 per saham. Adapun volume transaksi saham SOHO mencapai 6,20 ribu dengan nilai transaksi senilai Rp37,07 juta.
Selanjutnya ada saham PT Indofarma Tbk (INAF) yang meningkat 10 poin atau 1,05% ke level Rp960 per saham. Meski volume transaksi saham INAF kecil yakni 45 ribu, nilai transaksinya mencapai Rp43,02 juta.
Kemudian ada saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang naik 5 poin atau 0,43% ke posisi Rp1.165 per saham. Untuk volume transaksi saham KAEF mencapai 456,70 ribu dengan nilai transaksi senilai Rp531,21 juta.