Naik 156%, Triputra Agro (TAPG) Kantongi Laba Rp2,42 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Rabu 26 Oktober 2022 12:22 WIB
Laba TAPG mengalami kenaikan (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) kantongi laba bersih Rp2,42 triliun pada kuartal III 2022. Laba TAPG naik 156% dibanding periode yang sama tahun lalu.

EBITDA tercatat Rp3,51 triliun atau tumbuh 156% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba tidak lepas dari peningkatan produksi karena iklim yang baik di tahun 2020 dan 2021. Kemudian mayoritas umur tanaman berada pada usia produktif yang disertai Best Agronomy Practice.

“Peningkatan produksi yang tinggi dan didukung harga jual komoditas yang masih relatif tinggi serta beban produksi yang terkontrol menjadi faktor utama pencapaian kinerja perseroan, “kata Presiden Direktur TAPG Tjandra Karya Hermanto.

Disampaikannya, produksi kuartal tiga 2022 mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana produksi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun inti meningkat hingga 40% dibandingkan tahun lalu.Hal tersebut juga mengakibatkan produksi pada 9 bulan 2022 meningkat hingga 19% dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Iklim yang baik dan juga pemupukan yang optimal di saat umur tanaman berada di usia produktif, lanjut Tjandra, merupakan kunci untuk pencapaian pertumbuhan tersebut, kemudian, peningkatan juga didukung oleh harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) yang relatif tinggi, di mana hal ini berhasil meng-offset kenaikan biaya produksi khususnya biaya pupuk.

Hingga 30 September 2022, total aset TAPG naik 16,6% menjadi Rp13,9 triliun yang disebabkan oleh kenaikan aset lancar dan interest in joint venture. Total kewajiban turun 9% menjadi Rp4,3 triliun yang dipicu oleh penurunan pinjaman bank yang langsung berdampak pada penurunan beban keuangan dan masih sejalan dengan program Perseroan untuk memperkuat struktur keuangan, kemudian, ekuitas TAPG meningkat 33% mencapai Rp9,7 triliun seiring peningkatan laba setelah pajak yang diperoleh perseroan.

Diakui Tjandra, harga CPO memang sedikit mengalami koreksi seiring seasonal cycle, namun tingginya permintaan baik ekspor maupun konsumsi domestik melalui pangan dan energi diperkirakan akan tetap menjaga harga relatif tinggi hingga akhir 2022. Hingga kuartal tiga tahun ini, harga komoditas masih berada di level baik. Dimana harga CPO meningkat 43% dan Palm Kernel meningkat 39% yang berpengaruh langsung pada performa perseroan

Oleh karena peningkatan penjualan dan harga jual yang tinggi, maka penjualan CPO dan Palm Kernel mencapai Rp5,8 triliun dan Rp951 miliar atau meningkat 51% dan 67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, faktor pendorong peningkatan net profit Perseroan tidak hanya berdasarkan peningkatan revenue. Perseroan masih dapat melakukan control pada production cost yang didukung juga oleh peningkatan produktivitas melalui penggunaan teknologi yang sangat membantu dan program continuous improvement.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya