JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 miliar untuk bantuan sosial (bansos) penyandang disabilitas.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, target bansos tersebut sebanyak 84.434 keluarga penerima manfaat (KPM).
“Jadi kira-kira disediakan dana Rp55 miliar untuk bulan Desember 2022, itu untuk bansos saudara kira disabilitas dalam bentuk permakanan,” ujar Mensos Risma, Senin (31/10/2022).
Dirangkum Okezone, Senin (31/10/2022), berikut fakta mengenai BLT disabilitas:
1. Jatah Bansos Penyandang Disabilitas
Risma menyebut penyandang disabilitas akan mendapatkan jatah bansos Rp21.000 per hari untuk permakanan.
Serta untuk penyaluran bansos tersebut diharapkan dapat dilakukan secara gotong royong, melibatkan warga sekitar penerima manfaat.
2. Kampanye kesehatan Mental
Adapun dalam penanganan disabilitas mental, Mensos Risma mengatakan pemerintah berupaya mengkampanyekan kesehatan mental secara gencar, agar tidak ada lagi kasus pemasungan.
“Tahun ini sudah 4.000 lebih kita lakukan pembukaan pemasungan itu. Ini adalah upaya-upaya kami menangani disabilitas,” pungkasnya.
3. Jadwal Pencairan
Untuk jadwal pencairannya yaitu pada bulan Desember 2022.
“Jadi kira-kita disediakan dana Rp55 miliar untuk bulan Desember 2022, itu untuk bansos saudara kira disabilitas dalam bentuk permakanan,” ucap Risma.
4. Rp493 Miliar Anggaran Tambahan
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan alokasi anggaran tambahan Rp493 miliar kepada Kemensos untuk penyaluran bansos kepada lansia, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas.
Menurut data Kemensos, jumlah lansia berusia lebih dari 80 tahun calon penerima bansos sebanyak 334.023 orang. Kemudian, ada sebanyak 946.863 anak yatim piatu dan 98.934 orang penyandang disabilitas.
(Zuhirna Wulan Dilla)