JAKARTA - Presiden Jokowi (Jokowi) mengingatkan saat ini situasi dunia sedang tidak berjalan normal.
Berbagai krisis mengancam situasi ekonomi dan sosial banyak negara, seperti krisis pangan, energi, dan finansial. Jika ancaman krisis ditambah dengan instabilitas politik dalam negeri, maka tingkat kerentanan akan meningkat.
“Saya titip dalam kondisi dunia yang sangat rentan seperti ini, kita harus semua menjaga agar kondusivitas, situasi politik itu tetap adem,” ujar Jokowi dalam Musyawarah Nasional ke-17 HIPMI, Surakarta, Jawa Tengah seperti dilansir Antara, Senin (21/11/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,7%, Jokowi: Kita yang Terbaik
Saat ini, kata Jokowi, sudah terdapat 14 negara yang menjadi pasien Dana Moneter Internasional (IMF). Sebanyak 28 negara lainnya sudah mengantre untuk menjadi pasien IMF.
“Diperkirakan sampai angka 66 (negara). Jadi itu tak mendapatkan bantuan semuanya. Tak mungkin, karena juga keterbatasan dari IMF dan Bank Dunia punya keterbatasan,” kata Presiden Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi mengatakan Indonesia baru saja menyelesaikan Presidensi G20 di Bali. Menurutnya, hal tersebut adalah amanat dan sebuah kehormatan besar dan Indonesia saat ini betul-betul berada di puncak kepemimpinan global, karena saat ini Indonesia sekaligus sebagai Ketua ASEAN.
“Apa yang ingin saya ingatkan, bahwa itu sebuah kepercayaan yang tidak mudah kita peroleh. Kalau kita sebagai pengusaha juga yang kita bangun adalah sebuah kepercayaan orang terhadap kita. Ini juga sebagai negara kita membangun kepercayaan internasional, global, kepercayaan negara-negara lain terhadap Indonesia,” tegasnya.
Presiden Jokowi menyampaikan membangun kepercayaan tidak mudah. Kepercayaan internasional kepada Indonesia terjadi karena Indonesia mampu menyajikan angka-angka yang konkret dan nyata.
“Ekonomi kita bagus. Di antara negara-negara G20 kita termasuk yang terbaik. Ini membangun kepercayaan dari sana. Pas kita sebagai Ketua G20 menyelenggarakan KTT G20 di Bali, pas ekonomi kita di kuartal ketiga di angka 5,72%. Coba dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya. Inflasi kita juga berada pada kendali, bisa kita kendalikan juga pada posisi yang masih sangat baik yaitu di angka 5,7%. Hal hal seperti ini yang menumbuhkan kepercayaan global terhadap kita,” jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)