JAKARTA - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Sabtu (26/11/2022), karena dolar AS melemah didorong optimisme prospek kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve AS menyusul rilis risalah pertemuan bank sentral pada November.
Dikutip Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD8,40 atau 0,48% menjadi ditutup pada USD1.754,00 per ounce, setelah mencapai tertinggi sesi di USD1.761,20 dan terendah di USD1.745,90 dolar AS.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 6,3 sen atau 0,29%, menjadi ditutup pada USD21,43 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD9,0 atau 0,9 persen, menjadi ditutup pada USD987,8 per ounce.
BACA JUGA:Sambut Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat ke 6.926-7.124
Diketahui, emas diuntungkan dari risalah Federal Reserve yang dirilis pada Rabu (23/11/2022) yang menunjukkan sebagian besar anggota komite penetapan kebijakan Fed merasa tepat untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, guna mengukur dampak ekonomi dari kenaikan suku bunga yang tajam tahun ini.
Ini menunjukkan tekanan yang relatif lebih rendah pada pasar logam dalam waktu dekat. Tetapi, suku bunga AS masih pada level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan 2008, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada level yang jauh lebih tinggi.
Adapun emas mungkin mendapat manfaat dari permintaan safe haven baru dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena dolar semakin melemah, dan karena kondisi ekonomi global memburuk.
Sedangkan Indeks manajer pembelian (PMI) dari Jepang dan AS yang dirilis minggu ini melukiskan gambaran suram di ekonomi terbesar dunia, seperti halnya infeksi Covid-19 harian tertinggi di China.
(Zuhirna Wulan Dilla)