Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Akui Transaksi Bursa Melambat tapi Nilai Perdagangan Harian Cetak Rekor Rp24 Triliun

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2026 |14:55 WIB
OJK Akui Transaksi Bursa Melambat tapi Nilai Perdagangan Harian Cetak Rekor Rp24 Triliun
OJK (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui aktivitas transaksi di pasar saham dalam beberapa waktu terakhir mengalami perlambatan. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date), rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mencatatkan rekor tertinggi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan penurunan transaksi harian merupakan dinamika yang lazim terjadi di pasar modal, seiring perubahan sentimen dan narasi yang memengaruhi minat investor.

"Kalau secara rata-rata memang terjadi penurunan tingkat nilai transaksi harian. Namun jangan lupa kalau kita lihat horizon year-to-date, sampai saat ini justru masih tercatat rekor peningkatan rata-rata nilai transaksi harian," kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Senin (13/7/2026).

Ia mengungkapkan, rata-rata nilai transaksi harian sepanjang tahun ini telah menembus lebih dari Rp24 triliun. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada tahun lalu yang berada di kisaran lebih dari Rp18 triliun per hari.

"Bahkan dibanding rekor sebelumnya di tahun lalu yang ada di tingkat lebih dari Rp18 triliun per harinya, per saat ini year-to-date kita itu sudah ada di angka Rp24 triliun lebih. Jadi kalau dilihat dalam horizon yang lebih panjang, kita tetap optimistis karena rata-rata nilai transaksi harian tahun ini justru mencatatkan peningkatan," kata Hasan.

Di tengah perlambatan aktivitas perdagangan, Hasan menegaskan OJK bersama Bursa Efek Indonesia tetap memantau agar mekanisme perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement