JAKARTA- Mengintip besaran gaji yang tidak mau diambil PM Malaysia Anwar Ibrahim menarik diulas. Perdana Menteri baru dilantik Anwar Ibrahim terus menerima ucapan selamat dari para pemimpin dunia.
Selama menjabat, dia mengusulkan lebih sedikit menteri kabinet dengan kemungkinan pengurangan gaji. Hal ini bentuk solidaritas dengan orang-orang yang berjuang dengan meningkatnya biaya hidup.
" Saya merasa malu gajinya saya naik tapi masyarakat tidak mengalami kenaikan gaji," kata Anwar dikutip NST.
Adapun besaran gaji dari PM Malaysia Anwar Ibrahim yakni RM80.000 atau sekitar Rp280,8 juta (kurs Rp 3.510/ Ringgit Malaysia).
" Saya malu mengambil gaji RM80.000 ketika orang asli desa yang saya kunjungi sulit mendapatkan RM400 sebulan, begitu juga orang yang menerima RM1.500 (gaji minimum) )," katanya.
Anwar mengatakan jika dia diberi mandat, dia berjanji akan mengubah kebijakan untuk berpihak pada petani beras daripada kartel yang memonopoli impor beras ke dalam negeri dengan memperhatikan porsi keuntungan yang jumlahnya lebih dari RM400 juta.
"Beri waktu seminggu (setelah jadi PM), saya akan panggil semua 'tauke' untuk membicarakan pembagian keuntungan," kata Anwar.
Selain itu Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menolak menggunakan mobil Mercedes S600 sebagai mobil dinas yang disediakan Departemen Perdana Menteri untuk bekerja
Anwar juga mengatakan telah memutuskan untuk menggunakan kendaraan apa saja yang tersedia di kantor untuk bekerja.
Selain menolak mobil dinas, Anwar juga menegaskan tidak ada renovasi yang akan dilakukan di kantornya.
Dia menyebut hal ini sebagai budaya baru untuk dipraktikkan oleh semua orang. Dia mengatakan pemborosan harus dihindari dalam pemerintahannya “karena setiap ringgit berharga," tandasnya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)