Sebab menjadi dubber tidak terpaku kepada teks, bisa dilakukan improvisasi, lain halnya dengan voice over yang memiliki aturan lebih baku.
"Kalau sandiwara radio kan bisa improve, kalau untuk voice over harus sesuai, nadanya harus sesuai, jadi kadang emosi sendiri," jelasnya.
Dia juga berpesan kepada generasi muda yang bercita-cita terjun di industri dubber ataupun voice over untuk mengejar cita-cita tersebut dengan memperbanyak berlatih.
"Jadi buat teman-teman nih kalau misalnya pengen mengejar cita-cita, belajar. Intinya Terus mau menekuni apa yang mau kita kejar itu ternyata bisa digapai. Intinya memang harus belajar lebih banyak praktik sih," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)