JAKARTA - VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang mendorong pemerintah berencana untuk melakukan penyesuaian tarif Commuterline atau KRL Jabodetabek.
Salah satunya yakni untuk meningkatkan pelayanan dan penyediaan infrastruktur yang memadai termasuk penambahan jumlah stasiun dan jumlah kereta api.
"Karena kita lihat memang upaya dari pemerintah melalui Kemenhub, Dirjen Perkeretaapian ini pembangunan infrastruktur perkeretaapian khususnya yang melayani Commuterline ini terus dilakukan. Seperti kita lihat ada pembangunan Manggarai, 11 stasiun baru adanya moderenisasi sinyal dan lain-lain," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Selain itu menurutnya, subsidi dari pemerintah yang terus mengalami kenaikan juga turut menjadi pertimbangan. Sebab, biaya operasional datangnya dari tarif yang dibayarkan oleh subsidi pemerintah dan tarif yang dibayarkan oleh pelanggan.
"Jadi saat ini memang tarif yang dibayarkan pemerintah ini naik terus, jadi kami melakukan penyesuaian tarif," ujarnya.
Anne menyebut, hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa besaran kenaikan tarif yang akan ditetapkan. Ia mengaku bahwa pihaknya terus berkomunukasi dengan seluruh stake holder terutama Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perubungan untuk menentukan tarif yang tepat di waktu yang tepat pula.
"Begitu banyak masukan kepada Kemennhub sampai saat ini kami masih terus melakukan koordinasi dengan DJKA, belum ada kepastian besaran daripada tarif yang akan dinaikan sampai saat ini," pungkasnya.
(Taufik Fajar)