Pengakuan Sam Bankman-Fried Beli Saham Robinhood Rp8,6 Triliun dari Uang Investor FTX

Zuhirna Wulan Dilla, Jurnalis
Kamis 29 Desember 2022 09:47 WIB
Pengakuan Sam Bankman-Fried beli saham Robinhood Rp8,6 triliun. (Foto: CNN)
Share :

JAKARTA - Pengakuan Samuel Benjamin Bankman-Fried atau Sam Bankman-Fried yang membeli hampir 7,6% saham Robinhood.

Dilansir dari CNN Business di Jakarta, Kamis (29/12/2022), dalam sebuah pernyataan tertulis, tercatat Sam dan salah satu pendiri FTX bernama Gary Wang meminjam lebih dari USD546 juta atau sekitar Rp8,61 triliun dana pelanggan FTX yang mereka gunakan untuk membeli saham Robinhood. (Kurs: Rp15.700/USD).

Jaksa di Amerika Serikat (AS) pun menyebut pemakaian dana itu ilegal sehingga dilakukan penyelidikan.

Wang pun sejak itu mengaku bersalah atas empat tuduhan penipuan dan konspirasi yang disebut menyebabkan keruntuhan FTX. Sam juga telah didakwa atas delapan tuduhan kriminal.

Diketahui, Wang ditangkap awal bulan ini di Bahama, tempat FTX bermarkas dan diekstradisi ke AS minggu lalu.

Penangkapan itu dilakukaan saat Wang berada di rumah orang tuanya di California, serta dijadwalkan untuk mengajukan pembelaan di pengadilan federal di Manhattan pada 3 Januari.

Jika Wang terbukti bersalah dia akan mendapat hukuman penjara seumur hidup.

Kemudian, untuk kepemilikan Bankman-Fried di Robinhood sekarang menjadi pusat pertarungan hukum multinasional yang terpisah atas aset terkait dengan kerajaan crypto FTX yang bangkrut.

Manajemen baru FTX, yang mencoba menarik kembali dana bagi investor dan pelanggan platform yang bangkrut.

Sayangnya, hingga kini belum ada putusan apakah dana yang dipakai Sam tersebut termasuk tindakan pencurian atau bukan.

Lalu BlockFi, pemberi pinjaman crypto terkemuka menghentikan penarikan ke FTX dengan alasan eksposur yang signifikan.

Pengajuan itu pada 28 November, lebih dari dua minggu setelah FTX, Alameda dan lusinan afiliasi bangkrut.

BlockFi menggugat Bankman-Fried untuk saham Robinhood, yang diklaim sebagai utangnya setelah Alameda gagal membayar USD680 juta dalam kewajiban pinjaman yang dijaminkan.

Awal bulan ini, CEO Robinhood Vlad Tenev mengatakan kepada CNBC bahwa dia tidak terkejut karena saham tersebut adalah salah satu aset yang lebih berharga di pembukuan FTX karena merupakan sperusahaan publik.

“Kami tidak memiliki banyak informasi. Kami hanya berharap masalah ini cepat terungkap dan kebangkrutan bisa diatasi untuk beberapa waktu," ujarnya.

Sementara itu, Robinhood memberhentikan 23% stafnya pada bulan Agustus setelah memangkas 9% karyawannya pada bulan April.

Saham broker online itu telah terjun bebas karena perdagangan telah mengering.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya