JAKARTA - Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan. Selain usaha sampingan, investasi yang tepat juga bisa menjadi pilihan.
Namun masih ada yang salah dalam mengelola investasi. Banyak investor yang hanya ingin untung besar dalam waktu singkat.
Perencana Keuangan Prita Ghozie mengatakan, sebelum berinvestasi, sebaiknya sudah memiliki Money Mindset, Money Habit dan Money Literacy.
Kemudian dia menyebut mayoritas motivasi kenapa seseorang berinvestasi adalah untuk melawan inflasi, memenuhi tujuan finansial dan ingin mendapatkan keuntungan serta penghasilan.
"Tapi bahaya motivasi yang nomor 3 itu, banyak orang yang mudah tergiur dengan tawaran investasi bodong. Biasanya, yang menjadi pemanis adalah janji hasil berkala yang di tas deposito bank," kata dia.
Menurutnya, di pasar modal ada lho tambahan penghasilan secara berkala, resmi, dan cukup aman. Apa saja?
1. Obligasi Pemerintah
Obligasi Pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI, Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon variable (seri VR-Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah yaitu Sukuk Negara.
Nah, kita yang mungkin modalnya masih terbatas juga punya opsi membeli versi ritel seperti ORI dan Sukuk Ritel.
- Income kita peroleh dari kupon bulanan.
- Ada potensi capital gain dijual sebelum jatuh tempo
- Tetap ada risiko, saat dijual sebelum jatuh tempo dengan nilai dibawah modal
2. Obligasi Korporasi
Obligasi Korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korponasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah.
Ada Obligasi Korporasi yang telah diperingatan atau ada yang tidak diperingkat. Semakin bagus peringkatnya, maka semakin rendah risikonya.
- Income kita peroleh dari kupon bulanan.
- Ada potensi capital gain jika dijual sebelum jatuh tempo.
- Ada risiko gagal bayar karena tidak dijamin Pemerintah.
- Tetap ada risiko, saat dijual sebelum jatuh tempo dengan nilai dibawah modal.
3. Efek Beragun Aset
Efek Beragun Aset (EBA) atau bahasa kerennya Asset backed Security adalah surat berharga yang berharga yang terdiri dari sekumpulan aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial. Untuk investor ritel seperti #temanPrita opsinya adalah memiliki EBA Surat Penyertaan (SP) Ritel
EBA ini memiliki agunan dan dapat diperdagangkan di pasar modal. Artinya, jika #temanPrita butuh untuk mencairkan investasinya, maka bisa dilakukan tanpa menunggu jatuh tempo.
- Income kita peroleh dari kupon bulanan
- Ada potensi capital gain jika dijual sebelum jatuh tempo
- Ada risiko gagal bayar karena tidak dijamin Pemerintah
- Tetap ada risiko, saat dijual sebelum jatuh rempo dengan nilai dibawah modal.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)