"Dipimpin oleh rencana listing beberapa perusahaan milik negara, dan perusahaan yang berencana merebut kesempatan penggalangan dana pada paruh pertama tahun 2023, sebelum pemilihan presiden pada tahun 2024," kata Sahala.
Sahala menyebut beberapa perusahaan kemungkinan mengambil pendekatan wait and see setelah pemilihan umum dan pembentukan pemerintahan baru pada 2024. Sementara itu, pembentukan papan pencatatan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disebut papan ekonomi baru diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan berbasis teknologi untuk mempertimbangkan IPO. Hal ini meski situasi saat ini dinilai sebagai masa pendanaan yang sulit bagi perusahaan start-up.
Baca selengkapnya: Kemenparekraf Bakal Bawa 4 Perusahaan Binaannya IPO
(Feby Novalius)