Hingga kuartal III 2022, kredit BRI secara konsolidasi telah tumbuh 7,9% secara year on year (YoY) menjadi Rp1.111,4 triliun. Tahun 2023, BRI optimistis masih bisa terus melakukan ekspansi kredit secara berkelanjutan.
Mayoritas kredit BRI tersebut diberikan untuk UMKM.
Secara khusus, portofolio kredit UMKM BRI meningkat sebesar 9,83% yoy dari Rp852,12 triliun di akhir September 2021 menjadi Rp935,86 triliun di akhir September 2022.
Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus meningkat, menjadi sebesar 84,20%.
Portofolio kredit segmen mikro BRI tercatat tumbuh 14,12% yoy, segmen konsumer tumbuh 7,55% yoy, segmen kecil & menengah tumbuh 2,89% yoy, dan segmen korporasi terkontraksi 1,24% yoy, dimana hal tersebut selaras dengan upaya BRI untuk terus meningkatkan porsi kredit UMKM hingga mencapai 85%.
Menurut Sunarso, UMKM memiliki peran sangat penting untuk menggerakan perekonomian apalagi di tengah pandemi. Pasalnya dari sisi penyerapan tenaga kerja mencapai 97,22% pekerj di Indonesia.
"Jadi ini menjadi penting dan strategik dalam konteks negara, karena tugas utama negara adalah mensejahterakan rakyatnya, dan cara yang paling baik dalam mensejahterakan rakyat adalah dengan memberi pekerjaan," pungkasnya.
(Feby Novalius)