Dirut Bulog Wanti-Wanti Perajin Tahu Tempe Dipolitisasi di Tahun Politik

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Kamis 02 Februari 2023 17:24 WIB
Buwas wanti-wanti perajin tahu tempe dipolitisasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Direktur Utama Bulog Budi Waseso mewanti-wanti perajin tahu tempe dipolitisasi pihak tertentu memasuki tahun politik. Dia khawatir ada praktek kartel menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 2024.

Buwas mengaku khawatir bila pihak tertentu memanfaatkan para perajin tahu tempe untuk kepentingan kepentingan politik dan bisnisnya semata.

"Ini tahun politik ini, jangan sampai perajin tahu tempe digulirkan untuk kepentingan-kepentingan politik, jangan," ungkap Buwas, Kamis (2/2/2023).

Sebaliknya, Buwas ingin memenuhi kebutuhan para industri kecil tersebut melalui suplai kedelai dengan harga yang murah.

Namun, langkah itu cukup berat lantaran ada pihak yang tersinggung lantaran adanya praktik kartel. Buwas mengaku Bulog akan menerima ancaman bila aksi korporasi itu dilakukan.

"Justru itu saya ingin memenuhi ini, sudah lama saya ingin memenuhi itu. Tapi pasti ada yang nggak nyaman," ucap dia.

Dia merinci, Bulog menerima penugasan dari pemerintah untuk mendatangkan 350.000 ton kedelai. Bahkan, jumlah itu lebih kecil dari komitmen yang diperoleh perusahaan yakni 500.000 ton lebih kedelai.

Menurutnya, 500.000 ton kedelai itu bisa didatangkan secara bertahap. Di mana setiap bulannya akan ada 50.000 ton hingga 100.000 ton kedelai yang disuplai ke Indonesia.

Buwas sendiri enggan membocorkan nama negara mitra yang dimaksud. Dia beralasan Bulog akan dipersulit, bila nama negara diketahui pesaing.

"Saya tidak mau sebut nama negaranya, kalau saya sebutin negaranya di kunci lagi, nanti dipersulit lagi karena ini sudah melakukan kartel gitu lho, jadi gak mudah, saya bilang," katanya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya