Presiden Jokowi, kata dia, ingin agar Indonesia juga mampu menciptakan ekosistem kendaraan listrik, tidak hanya berkutat pada produksi bahan baku seperti katoda atau perkusor.
Sehingga Indonesia dapat bersaing dengan Thailand dan negara lainnya dalam mengembangkan industri kendaraan listrik.
Dalam rapat terbatas Senin ini, pemerintah juga menetapkan asumsi makro untuk 2024 yakni:
1. Pertumbuhan ekonomi 5,3-5,7%.
2. Inflasi 1,5-3,5%.
3. Nilai tukar rupiah Rp14.800-Rp15.400 per dolar AS.
4. Suku bunga SBN 10 tahun 6,5-7,4%.
5. ICP 75-85 dolar AS per barel.
6. Produksi minyak 592.000 - 691.000 barel per hari.
7. Produksi gas 1,007 juta - 1,058 juta juta barel setara minyak per hari.
Sedangkan untuk target pembangunan, kata Airlangga, adalah tingkat kemiskinan 6,5-7,5%, rasio gini 0,36 - 0,37, dan tingkat pengangguran 3,6 - 4,3%.
(Zuhirna Wulan Dilla)