JAKARTA - China masih menjadi penyumbang investasi terbesar ketiga di Indonesia dalam kuartal I-2026. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi asal China mencapai USD2,2 miliar atau setara Rp38 triliun.
Angka ini meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, dengan hampir separuh realisasi investasi itu mengalir ke industri hilirisasi.
Peningkatan investasi ini tidak terlepas dari iklim investasi hingga kemudahan berusaha. Selain itu, pihak swasta juga menjembatani para pemodal asal China untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu pelaku bisnis swasta di Indonesia, Qavah Group, melalui anak perusahaannya, PT Samyang Indonesia untuk meningkatkan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI).
Sebagai jembatan, Qavah Group memberikan dukungan komprehensif mulai dari pengurusan perizinan Penanaman Modal Asing (PMA), penyediaan akses ke mitra lokal yang kredibel, hingga pemenuhan berbagai kebutuhan operasional bisnis lainnya.
“Fokus utama kami adalah bagaimana kolaborasi strategis ini dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia," kata Vice President Qavah Group Hasim Habibi dikutip dari keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).
