Masa kecil bos Sahid Group ini terbilang sederhana. Di usia 8 tahun ia sudah turun tangan untuk membantu pekerjaan orang tuanya. Setelah dewasa, pernah bekerja sebagai pamong praja, penjual makanan untuk tentara, hingga menjadi PNS di NV Harapan Masa.
Ia pun mulai belajar bisnis percetakan. Tahun 1953 Sukamdani menikah dengan Juliah Sukamdani dan setelah itu ia memberanikan diri untuk menyewa sebuah tempat untuk membuka usaha percetakan skala kecil bernama CV Masyarakat Baru.
Bermodalkan dua mesin cetak, Sukamdani berusaha sebaik mungkin agar bisnisnya berjalan lancaar. Ia bahkan menyelesaikan pekerjaannya sendiri, mulai dari membeli kerja, antar jemput pesanan, hingga penagihan biaya cetak pun ia lakukan sendiri.
Usahanya pun kian berkembang. Bahkan ia sering mendapatkan banyak orderan dari Departemen Dalam Negeri dan Departemen Keuangan. Ia pun mulai melebarkan sayap dengan membuka tiga percetakan lainnya di Solo dan Jakarta.
Sukses menjadi pebisnis percetakan, Sukamdani memperluas bisnisnya lagi dengan masuk ke industri perhotelan. Bisnisnya pun sukses besar hingga pada 1965 ia mendirikan Sahid Group yang menaungi bisnis dari berbagai sektor, seperti pendidikan, media, dan manufaktur tekstil.
(RIN)
(Rani Hardjanti)