Kemudian kepemilikan gedung berpindah ke tangan anak kelima keluarga Saidah Abu Bakar Ibrahim yaitu Fahmi Setiawan melalui pelelangan pada tahun 1995.
Gedung tersebut mengalami banyak perombakan dan renovasi. Fahmi Setiawan juga menambah beberapa lantai. Peresmian Menara Saidah dilakukan pada tahun 2001.
Setelah Fahmi Setiawan meninggal, gedung ini berpindah tangan ke Fahmi Darmawansyah.
Menara Saidah tutup pada tahun 2007. Faktor keamanan menjadi alasan ditutupnya banguan tersebut. Konstruksi Menara Saidah miring dan tidak tegak membahayakan keselamatan penghuni gedung.
Sejak awal konstruksi gedung sudah bermasalah. Namun, Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) tidak memberikan penjelasan apapun. Hingga pada tahun 2012 gedung itu diserahkan kepada Polisi Sektor Cawang, Jakarta Timur untuk dilakukan pengawasan.
Sejak tahun 2012 hingga saat ini Menara Saidah sudah tidak terawat. Kondisinya sangat gelap dan menyeramkan. Akses jalan keluar masuk gedung juga sudah tidak berfungsi.