JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat tipis 7 poin di level Rp14.678 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Jumat (5/5/2023).
Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah ini karena didorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2023 ini mencapai 5,03% secara tahunan (year-on-year/yoy).
BACA JUGA:
"Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan secara kuartalan, ekonomi Indonesia kuartal pertama 2023 terhadap kuartal pertama 2022 terkontraksi sebesar 0,92% (q-to-q)," terang Ibrahim dalam rilis hariannya.
Lebih lanjut dia menuturkan, produk domestik bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar Rp2.961,2 triliun. Adapun PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp5.071,7 triliun.
BACA JUGA:
Sedangkan yang menopang pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2023 di atas 5% adalah sektor industri masih menjadi sumber pertumbuhan utama ekonomi Indonesia dengan sumbangan sebesar 0,92%.
Sementara, berdasarkan komponen pengeluaran BPS mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar masih berasal dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,54% (yoy).
"Walaupun sebelumnya, para ekonom mengatakan kinerja konsumsi rumah tangga yang tak setinggi harapan terutama yang memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan komoditas. Selain itu, normalisasi harga komoditas mendorong pelemahan kinerja perdagangan Indonesia," kata Ibrahim.
Di samping itu, dia memprediksi, untuk perdagangan pekan depan, Senin (8/5/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.650- Rp14.710.