Sementara, berdasarkan komponen pengeluaran BPS mencatat pertumbuhan ekonomi terbesar masih berasal dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,54% (yoy).
"Walaupun sebelumnya, para ekonom mengatakan kinerja konsumsi rumah tangga yang tak setinggi harapan terutama yang memiliki mata pencaharian yang berhubungan dengan komoditas. Selain itu, normalisasi harga komoditas mendorong pelemahan kinerja perdagangan Indonesia," kata Ibrahim.
Di samping itu, dia memprediksi, untuk perdagangan pekan depan, Senin (8/5/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.650- Rp14.710.
(Zuhirna Wulan Dilla)