Lalu fase dewasa untuk mencapai keutamaan hidup yang digambarkan satu garis lurus antara Tugu Yogya (dulu Tugu Golong Gilig)-Stasiun Tugu Yogyakarta. Kemudian garis lurus itu diteruskan Jalan Malioboro.
Sementara itu, Bangsal Kencana merupakan tempat singgasana sultan serta digelarnya berbagai upacara penting penting di lingkungan kraton. Bangsal Kencono dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1719 tahun Jawa. Hal ini ditunjukkan dengan candra sengkala Trus Satunggal Panditaning Rat. Bangsal Kencana menggambarkan manunggaling Kawula-Gusti, dalam arti besatunya Raja dan Kawula. Bangsal ini biasa digunakan untuk menerima Sungkeman dan tempat Ngabekten para abdi dalem pada hari-hari tertentu, seperti hari Idul Fitri.
Bangsal Kencana memiliki gaya arsitektur Joglo Mangkurat dengan penambahan elemen di setiap sisinya. Kondisi asli Bangsal Kencana merupakan joglo dengan tiang-tiang penyangga. Penambahan elemen berupa emper.