JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan peningkatan trafik penumpang hingga 60% di kuartal I-2023 ini. Trafik penumpang GIAA per Maret 2023 sebanyak 4,5 juta penumpang atau meningkat dari sebelumnya sebanyak 2,7 juta penumpang.
Sementara angkutan penumpang mengalami pertumbuhan sebesar 98,2 % menjadi 1,8 juta penumpang di kuartal pertama yang dianggap oleh industri penerbangan sebagai periode low season.
Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan angkutan penumpang penerbangan internasional lebih dari 438% menjadi 363 ribu orang dari sebelumnya berjumlah 66 ribu penumpang.
Sedangkan untuk penumpang penerbangan domestik Garuda Indonesia sebagai mainbrand mencatatkan pertumbuhan lebih dari 72% menjadi 1,4 juta penumpang.
"Domestik ini memang 2023 diestimasi oleh banyak analis maupun kita sendiri sudah recover. Sementara international itu baru akan recover harapannya di 2024," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam Market Review IDXChannel, Selasa (16/5/2023).
Irfan menyebutkan bahwa recovery tersebut lantaran adanya sudah tidak ada lagi pembatasan PPKM, pandemi sudah reda. Meski begitu, dia mengakui bahwa ini belum mencapai titik seperti sebelum pandemi.
Selain itu juga lantaran banyaknya event-event yang selama ini diselenggarakan di Indonesia. Terlebih lagi di kuartal I ini ada event lebaran yang mendorong perjalanan Domestik di Indonesia.
Sementara untuk rute Internasional, Irfan mengatakan bahwa pihaknya trafik penumpang dari maskapainya lebih banyak di dominasi oleh masyarakat yang pergi haji ke tanah suci, Arab Saudi.
"Mayoritas ini addalah penerbangan ke jedag dan madinag setelah bertahun tahun ke tanah suci dan penebangan kita hampir penuh terus dan kami juga menyaksikan bahwa tahun ini dari teman kita lebih relasy untuk melakukan penerbangan ke luar negeri," katanya.
(Feby Novalius)