JAKARTA - Sun Cable, proyek energi terbarukan yang rugi USD20 miliar telah diselamatkan seorang Pengusaha Teknologi Australia, Mike Cannon-Brookes.
Administrator Sun Cable dalam pernyataannya menyampaikan bahwa sekarang bekerjasama dengan Helietta Holdings 1 Pty Ltd, entitas yang berafiliasi dengan Grok Ventures Cannon-Brookes, untuk menyelesaikan transaksi. Penyelesaian kesepakatan diharapkan terjadi pada sebelum akhir Juni.
Memang tidak diketahui berapa nilai penjualan, tetapi transaksi diharapkan kemungkinan kreditur tidak aman dari Sun Cable dibayar penuh.
“Sebuah langkah besar ke arah yang benar. Kami selalu percaya pada kemungkinan yang dihadirkan Sun Cable dalam mengekspor sinar matahari kami yang tak terbatas, dan apa artinya bagi Australia,” kata Cannon-Brookes, dilansir dari Reuters, Rabu (31/5/2023).
“Sudah waktunya untuk memperluas ambisi negara kita. Kita perlu melakukan perubahan besar jika kita ingin menjadi negara adidaya energi terbarukan. Jadi kita akan melakukannya,” lanjutnya.
Mega proyek Sun Cable termasuk Australia-Asia PowerLink yang disusulkan, akan mengirim listrik dari ladang surga 20 gigawatt (GW) dengan baterai terbesar di dunia di Australia utra melintasi kabel bawah laut sepanjang 4.200 Km (2.610 mil) ke Singapura.
Grok bermaksud untuk memajukan pengembangan PowerLink menuju keputusan investasi akhir, dengan tahap 1 proyek akan mengirimkan pembangkit listrik 0,9 GW ke Darwin dan 1,8 GW ke Singapura, menurut pernyataan administrator.
Sun Cable ditempatkan di administrasi pada bulan Januari setelah pemiliknya gagal menyepakati rencana pendanaan di masa depan.
Perusahaan yang berbasis di Singapura itu dimiliki oleh perusahaan swasta milik dua orang terkaya Australia, Squadron Energy milik Andrew Forrest dan Grok Ventures Milik Cannon-Brookes