Perkiraan dividen BUMN 2024 yang optimistis didorong oleh kinerja perusahaan. Erick mengatakan, perseroan yang sebelumnya merugi mulai menunjukan perbaikan di sisi profit atau pendapatan.
"Banyak sumbangsi perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tidak profit, sekarang sudah banyak yang profit," ucap dia.
Kementerian BUMN, lanjut Erick, terus memperbaiki kinerja BUMN di sektor bisnis lain yang saat ini masih terkontraksi, termasuk mengantisipasi dinamika ekonomi global yang berdampak buruk bagi perusahaan.
"Tentu kita tak menutup mata untuk terus menjaga sektor lainnya agar bisa lebih sustain dan kontinyu secara pengembangan, apalagi geopolitik hari ini persaingan ekonomi sangat berat, karena suplai chain-nya terganggu dan juga pengemangan di sisi digital, dan juga yang namanya terobosan peraturan pemerintah yang terjadi di banyak negara," tuturnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)