Tercatat, pajak BUMN pada 2020 sebesar Rp284 triliun, namun mengalami penurunan pada tahun berikutnya menjadi Rp246,5 triliun. Setahun kemudian naik hingga menyentuh angka Rp278 triliun.
"Kita melihat kontribusi pajak, ini dari tahun ke tahun kita sudah cukup konsisten, kita lihat di mana tahun 2020-2021-2022 kontribusi pajak Rp284 triliun, ada turun (menjadi) Rp246 triliun, naik lagi Rp 278 triliun," katanya.
Di sisi pendapatan juga mengalami kenaikan. Pada 2020, revenue BUMN mencapai Rp1.930 triliun, lalu naik di posisi Rp2.290 triliun, kemudian naik menjadi Rp2.613 triliun.
"Memang peningkatan ini ada dua yang jadi catatan, satu daripada komoditas dan juga performa perbankan itu sendiri, tapi juga banyak sumbangsi perusahaan yang sebelumnya tak profit, sekarang sudah banyak yang profit," tutur Erick.
(Zuhirna Wulan Dilla)