Hal itu setelah gerombolan pengiklan melarikan diri setelah Elon Musk mengambil alih.
Para pengiklan khawatir tentang moderasi konten, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, dan ketidakpastian tentang masa depan Twitter.
Mantan Eksekutif Pemasaran NBC Universal, Linda Yaccarino baru-baru ini mengambil alih posisi CEO dari Elon Musk.
Dia mungkin bertaruh pada pengalaman periklanannya untuk membawa mereka kembali.
Selain itu, The New York Times melaporkan bahwa pendapatan iklan Twitter di Amerika Serikat sejak lima minggu lalu, dari 1 April hingga minggu pertama bulan Mei turun 59% dari tahun ke tahun, dengan mengutip presentasi internal.
Menurut data yang diberikan kepada CNN oleh perusahaan intelijen pasar Sensor Tower bulan lalu.
Diketahui hanya terdapat 43% dari 1.000 pengiklan teratas Twitter pada bulan September, bulan sebelum pengambilalihan oleh Elon Musk, yang masih beriklan di platform ini pada bulan April.
"Ini jelas sangat sulit," kata Elon Musk dalam acara siaran langsung Twitter Spaces yang dipandu oleh dirinya bersama Robert F. Kennedy, Jr bulan lalu.
"Pada dasarnya, pendapatan kami berkurang setengahnya karena kami tidak mengikuti aturan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa ini merupakan perjuangan besar bagi Twitter untuk mencapai titik impas.
Kemudian setelah aplikasi saingannya, Meta Thread, melampaui 100 juta unduhan kurang dari seminggu setelah diluncurkan, Twitter semakin tertekan.
Elon Musk telah menambahkan berbagai langkah pemangkasan biaya atau pencarian uang tunai ke situsnya.
Mulai dari memberikan tanda centang biru pada keanggotaan Twitter Blue hingga menempatkan Tweetdeck di balik paywall.
Pada hari Kamis, Twitter mengumumkan bahwa para pembuat konten akan bisa mendapatkan bagian dari pendapatan iklan situs tersebut.
Hal tersebut tampaknya mendorong lebih banyak konten kreator untuk bergabung dengan situs tersebut.
Agar memenuhi syarat, para kreator harus memiliki Twitter Blue dan memiliki setidaknya 5 juta tayangan pada postingan mereka dalam tiga bulan terakhir.
Di antara para kreator yang sekarang mendapatkan uang dari Twitter, Andrew Tate yang juga seorang influencer online yang memproklamirkan diri sebagai misoginis, didakwa di Rumania atas tuduhan perdagangan manusia, pemerkosaan, dan membentuk geng kriminal.
(Zuhirna Wulan Dilla)