“Kenaikan harga pangan merupakan masalah sensitif bagi pemerintah India, yang sedang bersiap melangsungkan serangkaian pemilu di sejumlah negara yang merupakan bagian penting pada akhir tahun ini” disusul pemilu nasional pada April 2024.
Harga beras dan gandum menjadi sorotan utama di negara. Di mana sereal merupakan bagian utama dari makanan masyarakat berpenghasilan rendah. India telah memperketat ekspor pertaniannya sejak tahun lalu. Kebijakan yang melarang ekspor gandum lebih dari satu tahun lalu hingga kini masih berlaku.
Para analisis juga mengatakan meskipun india menjadi negara pengekspor beras terbesar kedua. Tetapi, ada kekhawatiran bahwa musim hujan yang tidak menentu akan merusak tanaman padi yang ditanam Juni lalu dan sedianya dapat dipanen September nanti.
Hujan lebat di bagian utara India dalam beberapa minggu terakhir telah memicju banjir dahsyat di daerah-daerah utama penanaman padi. Sementara curah hujan yang rendah di bagian selatan telah menghalangi petani menanam padi.
“Kami mengalami hujan lebat dan banjir di Punjab dan Haryana, dua negara bagian yang memasok surplus beras ke negara bagian lain,” ujar analis pertanian Devinder Sharma pada VOA.
"Sementara tragedi di selatan India adalah mereka tidak memiliki irigasi dan karenanya terdampak parah akibat kurangnya curah hujan. Jadi semua bisa kacau balau jika panen September nanti gagal… Oleh karena itu pemerintah benar-benar hati-hati. Mereka tidak mau mengambil risiko apapun," tambahnya.
Pembatasan ekspor beras mengecualikan satu varietas yang sebagian besarnya di ekspor ke Bangladesh dan beberapa negara lain di Afrika. Menurut para analis merupakan langkah diplomatik untuk memastikan tetap terjalinnya hubungan baik negara-negara itu dengan India.
Baca Selengkapnya: India Larang Ekspor Beras, Ini Dampaknya bagi Dunia
(Kurniasih Miftakhul Jannah)