JAKARTA - Munculnya fenomena crazy rich di kalangan masyarakat kini menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu dinilai memberikan pengaruh buruk sekaligus membuat masyarakat resah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa, fenomena crazy rich cenderung membangun budaya serba instan di kalangan masyarakat.
Dalam hal ini, masyarakat menjadi tergiur dengan tawaran-tawaran untuk menjadi kaya secara cepat.
“Crazy rich itu kalau kita lihat mengajarkan sesuatu yang instan. Harusnya semua ada prosesnya. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit,” kata wanita yang akrab disapa Kiki.
Dengan maraknya fenomena tersebut, masyarakat banyak yang tergiur tawaran-tawaran penipuan berkedok investasi seperti robot trading, Fahrenheit dan skema-skema penipuan lainnya yang semakin berkembang karena kemajuan teknologi.