“Ini merupakan upaya kami untuk memastikan layanan kesehatan yang setara dan merata di tanah air. Puskesmas sebagai garda terdepan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, harus dipastikan memiliki infrastruktur yang memadai,” ujar Budi sesuai pertemuan itu, sebagaimana keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan hari Senin (7/8).
Kementerian Kesehatan mengatakan hingga saat ini dari lebih 10.000 puskesmas yang ada, 2.200 puskesmas dengan 11.100 puskesmas pembantu belum memiliki akses internet. Peningkatan konektivitas internet diyakini akan membuka akses yang lebih baik ke layanan kesehatan dan mempermudah akses komunikasi antar daerah, sehingga pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan bisa real time. Hal ini juga mendukung agenda digitalisasi transformasi kesehatan Indonesia.
Filipina, Rwanda, Mozambik dan Nigeria juga telah menggunakan “Starlink” untuk berbagai fasilitas layanan kesehatan mereka.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)