JAKARTA – Maraknya penipuan yang terjadi membuat literasi keuangan menjadi salah satu ilmu yang sangat penting untuk terus ditingkatkan. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BNN memberikan literasi keuangan bagi para emak-emak.
Direktur Bisnis PNM Prasetya Sayekti mengatakan, literasi keuangan penting terutama untuk nasabah PNM yang setiap hari nya bersinggungan dengan kegiatan jual beli dalam usahanya. OJK dan PNM dalam hal ini akan terus berkolaborasi untuk membantu masyarakat dalam literasi keuangan.
PNM terus mendampingi dan menjaga para ibu-ibu untuk mengenal literasi keuangan dan menjauhi bahaya yang diakibatkan oleh narkoba yang dapat menghambat kesejahteraan keluarga.
“Komitmen ini semoga dapat kita jalankan terus dengan 120 kegiatan pendampingan di Garut yang telah dijalani dengan melibatkan 6.905 nasabah. Seperti acara hari ini yang hanya sekelumit pendampingan usaha kami dalam rangka menjaga agar tidak hanya para ibu nasabah saja yang teredukasi soal literasi keuangan, tetapi menjaga keluarganya dari ancaman di lingkungan sekitar yang dapat mengancam generasi bangsa yaitu narkoba,” ucapnya, Selasa (8/8/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau agar nasabah selalu taat pada tenggat pinjaman supaya usaha yang dijalani tetap produktif dan sehat.
Sementara itu, Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Gina Giyani juga memberikan informasi yang tidak kalah menarik akan bahaya penipuan kepada pelaku usaha yang kini sedang marak. Sering ditemui pencairan kredit online berkedok serba instan, tetapi justru malah merugikan. Guna mengingatkan kehati-hatian agar tidak terbuai dengan pendanaan yang belum dipantau OJK.