Sebelum perusahaannya menggurita, Aguan memulai bisnis dengan memberikan modal kepada temannya yang kalah judi untuk membangun ruko dengan sistem bagi hasil. Bermula dari hal tersebut Aguan mengenal bisnis bangunan sampai akhirnya memulai bisnis pada sektor kontruksi.
BACA JUGA:
Aguan mendirikan Agung Sedayu Group pada tahun 1971 sebagai kontraktor kecil. Berangsur-angsur Sedayu Group terus mengalami perkembangan.
Hingga pada satu titik Agung Sedayu Group tergabung pada proyek pembangunan Harco Mangga Dua pada tahun 1991. Melalui proyek tersebut Agung Sedayu Group meraih kesuksesan besar.
Sukses dalam proyek Harco Mangga Dua, Aguan melebarkan sayap dengan bisnis lainnya. Hingga perusahaan milik Aguan mampu berkembang pesat seperti saat ini.
Seperti halnya melalui PT Multi Artha Pratama (MAP), perusahaan langsung milik konglomerasi Agung Sedayu Group (ASG). Perusahaan tersebut masuk ketegori emiten kaleng dan kemasan, PT Pratama Abadi Nusa Tbk. (PANI).
Keterbukaan PANI menunjukan PT Agung Sedayu terdiri dari dua entitas yakni 50% dimiliki Susanto Kusumo dan Steven Kusumo melalui PT Cahaya Bintang Sejahtera (CBS). Susanto memiliki sebesar 99,61% CBS.
(Zuhirna Wulan Dilla)