JAKARTA – Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut konglomerat-konglomerat dari Indonesia terlibat dalam Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Bahlil menjelaskan para konglomerat tersebut siap melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama tersebut masing-masingnya akan menggarap fasilitas kota, mulai dari rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan dan hiburan.
BACA JUGA:
"Jalan (PMDN di IKN), kemarin kan saya memimpin, saya memimpin tim kemarin ke IKN dan pengusaha-pengusaha domestik kita seperti Pak Aguan, Pak Anthony Salim, itu mereka bulan September sudah melakukan groundbreaking," ungkap Bahlil usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik PepsiCo Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.
Adapun ke 8 perusahaan yang siap melakukan groundbreaking antara lain, Pakuwon Group, RS. Hermina, Jakarta International School, Ciputra Group, PT PP (Persero), Jambuluwuk Hotels & Resort, Vassanta Innopark, hingga Agung Sedayu Group, yang belum lama ditunjuk untuk memimpin konsorsium PMDN investasi di IKN.
BACA JUGA:
Pembangunan IKN tahap awal ini diprioritaskan untuk para pelaku usaha di dalam Negeri terlebih dahulu. Sebab saat ini masalah lokasi lahan juga belum sepenuhnya bisa dilakukan pembangunan.
Ketersediaan lahan yang terbatas membuat pembangunan masih fokus dilakukan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sehingga para investor dalam negeri nantinya juga bisa mendapatkan kawasan-kawasan premium yang paling dekat dengan pusat kota.
Setelah itu barulah Investor dari luar negeri diharapkan mulai masuk untuk mendanai IKN. Mengingat ke depannya pembangunan IKN sendiri juga bakal mengandalkan pendanaan dari luar negeri. Bahkan kantong Pemerintah dari APBN hanya berkontribusi 20% untuk pembangunan infrastruktur dasar, sedangkan sisanya dicari lewat investasi.
Dalam kunjungan kerja bersama Konsorsium PMDN yang dipimpin oleh pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma serta Wakil Kepala Otoritas IKN, Dhony Rahajoe. Bahlil memperkirakan rencana investasi di IKN adalah Rp30-40 triliun.
Baca selengkapnya: Daftar Orang Kaya Terlibat di Proyek Ibu Kota Nusantara, Berikut Fakta Menariknya
(Zuhirna Wulan Dilla)