BI Naikkan Insentif Likuiditas hingga Rp156 Triliun, Berlaku 1 Oktober 2023

Michelle Natalia, Jurnalis
Rabu 13 September 2023 15:52 WIB
Bank Indonesia Naikkan Insentif Likuiditas. (Foto: BI)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan Indonesia.

Adapun upaya ini ditempuh dengan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), di mana BI tahun ini akan menaikkan insentif tersebut menjadi 4% mulai 1 Oktober 2023 mendatang.

"Jadi, totalnya insentif KLM ini kira-kira mencapai Rp156 triliun untuk mendorong perekonomian Indonesia," ujar Deputi Gubernur BI Juda Agung dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi di Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Kebijakan insentif ini juga ditujukan untuk menguatkan stimulus kredit perbankan, sehingga keberadaan KLM ini diharapkan bisa memberikan daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi RI sembari menjaga momentum pemulihan ekonomi.

"Penyaluran kredit ini diberikan terhadap sejumlah sektor prioritas, seperti hilirisasi minerba dan non minerba yang mencakup pertanian, perikanan, peternakan, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif termasuk UMKM dan ultra mikro serta green financing," ungkap Juda.

Juda menyebut, sektor-sektor ini diprioritaskan salah satunya demi menjaga dan membangun ketahanan pangan nasional. Selain itu, dari sektor-sektor tersebut, masih ada sejumlah sektor yang masih memerlukan bantuan untuk pulih dari dampak pandemi lalu.

"Ini juga mendukung pembiayaan inklusif dan hijau, khususnya untuk UMKM, ultra mikro, dan sektor terkait lingkungan lainnya," tambah Juda.

BI berharap dengan adanya kenaikan insentif ini, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi domestik bisa menjadi lebih kuat. "Terlebih dalam menghadapi sejumlah tantangan global seperti pelemahan ekonomi dan tingginya inflasi global," tandasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya