JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta kesempatan untuk menarik napas karena padatnya jadwal hari ini. Setelah pulang kunjungan kerja dari Eropa, dirinya langsung menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.
"Izin temen-temen kasih saya kesempatan untuk sedikit menarik napas dari sebuah perjalanan panjang," ujarnya di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis, (5/10/2023).
Mentan mengaku lelah atas banyaknya masalah yang saat ini tengah dihadapinya. Termasuk baru pulang dinas luar negeri dari Roma, Italia.
Kepulangan SYL bahkan sempat tertunda pasca informasi penerapannya sebagai tersangka kasus koruptor tersebar.
Seharusnya, dijadwalkan kader partai NasDem itu tiba di Indonesia pada Minggu, (1/10/2023). Namun, saat itu tiba-tiba SYL hilang kontak.
Dia mengatakan, kunjungannya ke Eropa yakni Italia dan Spanyol itu untuk mewakili negara. Dia datang ke benua biru dalam kunjungan kerja resmi atas nama kepentingan negara.
"Perjalan saya untuk kepentingan rakyat 280 juta orang saya kasih makan saya sudah Kerja dengan baik," tuturnya.
Setiba di Tanah Air, keesokan harinya SYL harus menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya atas kasus dugaan pemerasan. Kata SYL, sekitar tiga jam dia diperiksa oleh penyidik.
SYL pun mengaku sudah memberikan semua keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik. Namun, dia tak menjelaskan pemerasan yang dimaksud.
"Saya kira itu bisa saya sampaikan keterangan lain silahkan ditanya pada Polda," katanya.
Diduga, kedatangannya ke Mapolda Metro Jaya terkait pemeriksaan soal dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK.
YSL pun tak menjelaskan soal skandal korupsi di Kemtan. Dia langsung menuju mobil, awak media pun mengejarnya untuk bertanya. Namun SYL hanya diam saja, dan langsung meninggalkan lokasi.
Sekadar informasi, KPK telah meningkatkan status penyelidikan terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementan ke tahap penyidikan. Dugaan korupsi yang sudah naik ke penyidikan tersebut dikabarkan terkait suap jual beli jabatan.
Awalnya, ada tiga klaster dugaan korupsi yang diselidiki KPK. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga klaster itu yakni terkait penyalahgunaan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) keuangan negara, dugaan jual beli jabatan, hingga dugaan penerimaan gratifikasi.
Namun, dari ketiga klaster tersebut, dikabarkan baru satu yang naik ke tahap penyidikan yakni soal jual beli jabatan. Sejalan dengan itu, KPK dikabarkan juga telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.
Adapun, ketiga tersangka tersebut yakni, Mentan Syahrul Yasin Limpo; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, Kasdi Subagyono; serta Direktur Alat Mesin Pertanian, Muhammad Hatta.
Proses penyidikan tersebut ditandai dengan adanya penggeledahan di sejumlah lokasi. Sejumlah lokasi yang telah digeledah di antaranya, rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo di Jalan Widya Chandra V Nomor 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kemudian, rumah pribadi SYL di Makassar, hingga ruang kerja di Kementan. Dari sejumlah lokasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang-barang yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara ini.
(Feby Novalius)