Desa yang menerima bantuan dan dukungan masing-masing mendapatkan pelatihan literasi keuangan dan bantuan dana DPUP dengan nominal rata-rata sebesar Rp120 juta di setiap desa wisata.
BACA JUGA:
Direktur Akses Pembiayaan, Anggara Hayun Anujuprana mengungkapkan bahwa diharapkan bantuan dan dukungan tersebut dapat dimaksimalkan untuk kepentingan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif salah satunya adalah inovasi pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami mengharapkan dukungan serta inovasi dari semua pihak agar dapat berperan aktif dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia, khususnya melalui pembiayaan desa wisata. Diharapkan dengan adanya bantuan ini, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemajuan usaha pariwisata (naik kelas), yang diikuti dengan semakin majunya Desa Wisata, dan diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru,” katanya.
Dalam kegiatan ini para peserta juga diberikan pemaparan materi oleh Otoritas Jasa Keuangan terkait “Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal”, materi kedua “Overview Pengenalan Produk Layanan Jasa Keuangan”, dan materi ketiga “Overwiew Pengelolaan Keuangan Personal”.
Dilanjutkan pemaparan materi oleh Bank Jatim terkait “Transaksi Digital Melalui QRIS” dan materi Inklusi Keuangan berupa “Pengenalan Produk Layanan Jasa Keuangan”. Sedangkan materi terkait “Pencatatan Keuangan Digital Menggunakan aplikasi SIAPIK”, disampaikan oleh tim literasi keuangan SIAPIK.
(Zuhirna Wulan Dilla)