Hendra membuka layanan perbankan mulai pukul 06.00-22.00 WIB. Sembari duduk di depan toko berbalut t-shirt merah berbalut rompi hitam, pria kelahiran Desa Hurip Jaya, 25 Desember 1983 ini bercerita awal mulai bergabung menjadi Agen BRILink.
Sebelum menjadi Agen BRILink pada 2012 lalu, lulusan SMK Negeri 1 Cikarang Barat, ini membuka usaha kursus dan rental komputer di rumahnya. Setelah itu, beralih usaha membuka usaha menjual alat tulis kantor (ATK) dan fotocopy.
Menjadi Agen BRILink
Ide untuk menjadi Agen BRILink tercetus ketika ia ingin mengajukan pinjaman modal usaha ke Bank BRI. Hendra mengatakan, dengan menjadi agen dapat membantu warga Hurip Jaya untuk dapat melayani transaksi perbankan dengan cepat, mudah, dan aman.
"Jalan Desa dulu belum sebagus ini untuk ke Babelan. Warga Desa harus melalui jalan yang rusak dan berlubang. Ongkos transportasi yang dikeluarkan juga cukup besar kan," cerita Hendra.
Hendra mengeluarkan modal awal Rp4 juta untuk menjadi Agen BRILink. Menurutnya, proses menjadi Agen BRILink gampang dan cepat. "Kebetulan saya ada jasa fotocopy dan menjual alat tulis kantor. Jadi semakin mantap membuka agen BRILink," tuturnya.
Pertama kali membuka usaha, nasabah yang datang bisa dihitung dengan jari. Ditambah lagi sebagian besar warga merasa khawatir dengan transaksi keuangan. "Di sinilah tugas saya untuk banyak memberikan informasi dan edukasi. Selain itu, memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaan nasabah," ujarnya.