JAKARTA - Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto menyatakan perseroan berhasil menurunkan Non-Performing Loan (NPL) menjadi 3,07% dari sebelumnya sebesar 3,09%.
Menurutnya penurunan NPL disebabkan BRI sedang melakukan upaya bersih-bersih portofolio kredit, terutama kredit restrukturisasi terdampak Covid sebagai bagian dari soft-landing strategy yang diimplementasikan sejak tahun lalu.
“Tentunya, upaya ini membutuhkan cadangan risiko kredit yang cukup, di mana BRI telah melakukan pembentukan biaya CKPN yang besar selamat periode pandemi sampai 2022, dengan meningkatkan rasio Loan Loss Reserves (LLR) dari 4,4% di tahun 2019 menjadi 8,21% di tahun 2022,” ujarnya, Selasa (7/11/2023).
Agus menambahkan bahwa dengan front loading yang telah dilakukan di tahun 2020 sampai 2022, upaya untuk menjaga kualitas kredit ini berdampak terhadap cost of credit BRI yang terus membaik.
Adapun Cost of Credit (CoC) BRI hingga kuartal III-2023 berada di level 2,44% atau membaik jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,02%.