3. Sektor Perdagangan Terbesar Penopang Ekonomi Kuartal-III
Selain sektor manufaktur, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2023 juga ditopang oleh sektor perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,66%.
Serta diikuti sektor transportasi dan pergudangan sebesar 0,61%, dan sektor konstruksi sebesar 0,60%.
BACA JUGA:
4. Sektor Dengan Pertumbuhan Tertinggi
Sementara itu, sektor dengan pertumbuhan tertinggi yaitu transportasi dan pergudangan yang tumbuh 14,74% (yoy), jasa lainnya tumbuh 11,14% (yoy), serta akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,90% (yoy).
“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi, antara lain didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, terselenggaranya beberapa acara nasional dan internasional, serta dimulainya kegiatan politik menjelang Pemilu,” ujar Amalia.
5. Penyebab Ekonomi Turun
Amalia menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia mampu tumbuh 4,94% (yoy) pada kuartal III-2023 di tengah perlambatan perekonomian global, perubahan iklim, dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan.
“Leading sektor ekonomi Indonesia seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan dan konstruksi terus tumbuh,” ujar Amalia.
Dia menyampaikan salah satu alasan ekonomi di Kuartal-III ini mengalami penurunan dari yang sebelumnya diproyeksikan 5,09% adalah karena, perlambatan ekonomi global.
6. Sektor Unggulan Perekonomian Indonesia
Adanya mitra dagang Indonesia yang tetap mencatat pertumbuhan yang positif, walaupun dalam skala yang lebih lambat.
Jika lebih diperinci, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku mencapai Rp5.296 triliun, sedangkan pada harga konstan mencapai Rp3.124,9 triliun.
Sektor-sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia, seperti industri pengolahan (5,20%), pertanian (1,46%), perdagangan (5,08%), pertambangan (6,95%), dan konstruksi, tetap tumbuh.
(Zuhirna Wulan Dilla)