“Mencapai target, produksi justru oleh karena ada kemunduran musim tanam, jumlah pupuk ini berlimpah. Ada hampir 1 juta ekstra pupuk dibandingkan tabung -tahun sebelumnya, ini yang kemudian pada beberapa tahun yang lalu, diizinkan dijual ke komersial,” paparnya.
Di lain sisi, Rahmad mengatakan banyak tantangan di sektor pertanian, mulai dari lahan pertanian berkurang, kualitas tanah berkurang, produktivitas turun, permintaan naik.
"Itu semua menjadi sebuah persoalan yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu organisasi saja, ini harus diselesaikan dengan cara kolaboratif dan Pupuk Indonesia adalah Perusahaan yang fokus pada agroinput maka kita melalui inovasi dan budidaya pertanian khususnya produksi pupuk, kita akan terus mendukung upaya Pemerintah mencapai ketahanan pangan,” bebernya.
(Feby Novalius)